Sep 22, 2006

Tausiayah RAMADHAN

Selain memerintah shaum, dalam menyambut menjelang bulan Ramadhan, Rasulullah selalu memberikan beberapa nasehat dan pesan-pesan. Inilah ���azimat��� Nabi tatkala memasuki Ramadhan.

Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah! Allah ta���ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.
Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: ���Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.���

Rasulullah meneruskan: ���Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.���
Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.
Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: ���Aku berdiri dan berkata: ���Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?��� Jawab Nabi: ���Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah���.

Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu���.���

���Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.���

���Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.���

���Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.���

Para sahabat berkata, ���Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, ���Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.���

���Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.���

���Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.���

���Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.���

���Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.��� (HR. Ibnu
Huzaimah).

Ridha Mengucapkan
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN

Sep 21, 2006

Antara Takdir Dan Faktor "X"

��� Percayakan semuanya sama takdir���
��� ini semua udah takdir ���

Sering nggak sih orang-orang ngucapin kalimat seperti ini ? kalau kesan yang aku tanggap dari kalimat ini adalah orang yang mudah putus asa. Atau semuanya dipasrahin tanpa usaha terlebih dahulu. Aku percaya ma takdir tapi aku juga percaya kita sendirilah yang menentukan takdir kita ( Allah Tidak Akan Merubah Nasib Suatu Kaum Jika Kaum Itu Tidak Merubahnya).

Apa sih sebenarnya takdir itu, menurutku takdir itu adalah kita sendiri, kita yang membawa kemana takdir kita, dan akan dibawa kemana jalan hidup kita. So jangan pernah nyalihin takdir sebelum kamu ikhtiar dan usaha sungguh2 ya���.

Nah trus apa hubungannya takdir dan factor X itu. Menurutku kalau kita ingin
meraih sesuatu kita harus usaha dengan sungguh2. Kalau usaha sudah maksimal tapi
blom terkabul juga pasti ada factor X yang belum dikerjakan. Factor X itu adalah
do���a. Percaya nggak semaksimal apaun usaha kita kalau ga ada faktor X itu apa
yang ingin kita raih ga akan tercapai..

Begini contoh kasusnya���
kita pengen cari kerja. So hunting kerjaan pun di mulai. Banyak lamaran yang udah kita kirim di berbagai instansi. Kita yakin banget dengan skill dan nilai yang kita punya banyak perusahaan yang tertarik dengan kita. But���. Setelah lama menunggu ternyata ga satu perusahaan pun yang menyunting kita jadi karyawannya. Padahal dengan test dan interview yang pernah kita ikuti, kita yakin dan cocok diperusahaan itu��� tapi ga dipanggil juga���

Kalau sudah begini dimana kekurangan kita ? Disinilah factor X itu berperan. Sudah usaha maksimal harus dibarengi dengan do���a dan ibadah lainya juga��� kalo usaha sudah maksimal, do���a juga sudah next step pasrahin, ikhlasin semuanya ma Allah. Tapi tetep usaha ma ibadah harus terus jalan.

Kalo semuanya sudah tapi ga dapet juga kuncinya ada nih sabar dan ikhlas dan jangan berhenti berusaha. Karena mungkin allah punya rencana lain buat kita. Yakinlah Allah pasti ngasih yang terbaik buat kita.

Ayo semangat !!!! DO NOT GIVE UP !!!! dan IKHLAS + SABAR !!!!

By.
Ridha Yuanita Sutomo