Jan 23, 2007

DESEMBER 2006

DISKON BESAR UNTUK BENCANA

PMI HADIR UNTUK MERINGANKAN PENDERITAAN

Indonesia bukan hanya kaya akan berbagai macam etnik suku dan bangsa tetapi juga kaya akan bencana yang beraneka ragam dan datang silih berganti. Mulai dari bencana bersifat lokal sampai bencana yang bersifat internasional seperti Tsunami.

Baru-baru ini Indonesia kembali di landa bencana, khususnya daerah Sumatera Utara. Bulan Desember tahun lalu bencana datang silih berganti. Pada senin 18 Desember 2006 gempa yang berkekuatan 5.6 SR, dengan kedalaman 23 km terjadi di darat mengguncang Kecamatan Muara Sipongi Kabupaten Mandailing Natal. Gempa menyebabkan 4 (empat) orang meninggal dunia karena tertimpa reruntuhan bangunan. Puluhan rumah rusak berat dan ringan. Sehingga mengakibatkan banyak masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan menjadi pengungsi.

Masih dalam suasana bencana ketika masyarakat Kecamatan Muara Sipongi akan memulai hidup barunya dengan kembali ke tempat tinggal mereka semula tiba-tiba terjadi longsor yang menyebabkan 33 (tiga puluh tiga) orang meninggal dunia. Bencana susulan ini membuat masyarakat kembali menjadi mengungsi.

Berdasarkan kejadian longsor tersebut. Badan Meteorologi dan Geofisika dan Badan Geologi memberikan peringatan bahwa kecamatan Muara Sipongi tidak layak huni dan harus segera di relokasi ke daerah lain karena keadaan alamnya yang sudah sangat rentan.

Belum selesai bencana gempa dan longor yang masih menghangat, di sisi lain daerah Summatera Utara. Di kabupaten Langkat tanggal 22 Desember 2006 terjadi banjir besar yang merendam 14 kecamatan dari 22 kecamatan yang ada disana. Bencana ini terjadi pada saat malam hari ketika masyarakat mulai tertidur pulas.

Korban yang ditimbulkan juga tidak sedikit, 12 orang meninggal dunia dan 8 orang dinyatakan hilang. Ratusan rumah rusak dan puluhan rumah hilang karena terbawa arus. Kebun, lahan pertanian dan ternak juga ikut menjadi korban. Hal ini menyebabkan ribuan warga menjadi pengungsi.

Respon dari PMI

Bencana tersebut menggugah Palang Merah Indonesia yang merupakan salah satu organisasi sosial kemanusiaan untuk ikut merespon bencana. Prinsip kerja Palang Merah Indonesia adalah berdasarkan 7 prinsip dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional yaitu : kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan dan kesemestaan.

Respon Gempa dan Longsor

Kec. Muara Sipongi Kabupaten Madina

Pada saat gempa melanda Kecamatan Muara Sipongi kabupaten Mnadailing Natal. Jajaran PMI di tingkat Cabang langsung merespon bencana tersebut. Bapak Nasruddin yang menjabat sebagai Ketua PMI Cabang Madina di Bantu oleh Bapak Yondri (sekretaris) berpartisipasi aktif dalam bencana ini. Mereka aktif dalam memberikan informasi dan data awal kepada PMI SUMUT sehingga PMI Sumut dapat meneruskan informasi ini kepada PMI Pusat dan masyarakat yang memerlukannya.

Informasi yang didapat dari PMI Cabang Madina merupakan data awal dari data awal tersebut membuat PMI SUMUT langsung menuju lokasi kejadian. Tim yang dipimpin oleh Bapak Edward Syamsuddin beserta 2 orang staff yang membidangi bencana dan 1 orang driver berada dilokasi kejadian 2 hari setalah bencana. Tim PMI SUMUT melakukan assessment di lokasi bencana.

Dalam mencari informasi PMI Sumut bekerjasama dengan PMI setempat dan SATLAK untuk berkordinasi, hal ini berguna agar tidak ada data yang timpang tindih. PMI sendiri adalah anggota SATLAK. Hasil assessment tersebut disampaikan kepada PMI Pusat. PMI sendiri merespon bencana dengan segera, melalaui gudang regional yang berada di Padang, Sumatera Barat. PMI menyalurkan 1000 selimut dan 50 tarpaulin untuk masyarakat korban bencana.

Selain itu untuk memenuhi kebutuhan pengungsi PMI Sumut berusaha mencari rekanan untuk operasional kemanusiaan ini. Dengan menawarkan kerja sama kepada Unicef, PMI SUMUT memberikan informasi bahwa masyarakat pengungsi memerlukan higine kit, jerigen dan juga water purifine. Unicef memenuhi permintaan tersebut. Didapat 500 paket higine Kit, jerigen dan air rahmat dengan penyaluran di percayakan kepada PMI.

Sesuai dengan prinsip distribusi PMI bahwa bantuan disalurkan langsung kepada korban bencana. Hal ini dilakukan agar bantuan tersebut dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

Untuk memenuhi kebutuhan pengungsi PMI mengadakan kegiatan dapur umum. PMI juga menyiapkan bubur ayam untuk balita.

PMI sumut kembali mengirim Tim kedua untuk merespon bencana longsor yang terjadi di Kecamatan Muara Sipongi kabupaten Mandailing natal. Tim tersebut terdiri dari 2 (dua) tim. Tim pertama terdiri dari 2 orang yang akan melakukan Rapid Health Assesment, tugasnya adalah mencari data tentang kesehatan di daerah bencana dan lokasi pengungsian. Tim kedua adalah Medical Action Tim yang terdiri dari 1 orang dokter dan 3 orang perawat. Tim ini kiranya akan melakukan pengobatan keliling di daerah pengungsian. Sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat pengungsian dapat langsung dirasakan.

Respon Banjir

Kabupaten Langkat

Untuk merespon banjir di Langkat PMI juga langsung terjun untuk merespon bencana. Daerah yang tergolong parah adalah Kecamatan Besitang. Pada awal kejadian PMI langkat langsung terjun ke lokasi bencana dan merespon bencana dengan sangat cepat dan tanggap. Dengan kekuatan 30 orang relawan bendera PMI berkibar di lokasi bencana yang menjadikan PMI sebagai salah satu organisasi yang terjun pertama kali dilokasi bencana.

Relawan PMI yang telah terlatih langsung mengambil inisiatif. Dibawah pimpinan Sekretaris, PMI Langkat Bapak Ansyari yang juga ikut terjun ke lokasi bencana melaksanakan tugas kemanusiaan dengan tanpa pamrih. PMI membuka posko kesehatan dan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, evakuasi pengungsi dan pendataan.

PMI SUMUT sebagai koordinator daerah melakukan koordinasi yang baik dengan PMi Langkat dengan tukar menukar informasi. Dari informasi dan data yang didapat PMI SUMUT menyebarluaskan data tersebut sehingga bantuan untuk korban banjir di Langkat dapat segera di terima.

Tanggal 25 Desember 2006 American Red Cross atau Palang Merah America yang merupakan keluarga besar Palang Merah ikut berpartisipasi dalam kegiatan kemausiaan ini. Mereka menyumbang uang sebesar 22 juta rupiah yang diamanatkan untuk membeli makanan bagi korban banjir.

Pada hari itu juga Ketua PMI SUMUT, Bapak Kasim Siyo dan Jajarannya, Bapak Halim dari Amercan Red Cross, PMI Cabang Langkat dan juga para relawan mendistribusikan bantuan langsung ke masyarakat.

Tidak hanya itu PMI Sumut juga berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat dengan mencari rekanan lain yang perduli dengan kemanusiaan. ASN Belgium memberikan 500 paket higine KIT, Masyarakat juga menyalurkan bantuan mereka ke Posko PMI. Singapore Red Cross juga memberikan pack food untuk korban bajir.

Pada tanggal 31 Desember 2006 sampai 3 Januari 2007 PMI mengadakan komprehenship Assesment untuk mencari data yang seakurat mungkin tentang situasi bencana. Assessment tersebut meliputi Health Assesment oleh Dr.Jeya dari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Water dan Sanitasi oleh Mr. Gabriel dari Palang Merah Spanyol dan Bapak Rukman dari PMI Pusat untuk General Assesment. Dari hasil assessment ini kiranya dikertahui kebutuhan masyarakat pengungsian secara mendasar.

Hasil assesmen tersebut juga disebarkan kepada donator lainnya. Medical Action Team yang di sponsori oleh Palang Merah German. ditempatkan di Besitang melaksanakan pengobatan keliling selama 2 minggu. Selain itu sampai saat ini PMI masih mendistribusikan bantuan kepada masyarakat.

PMI adalah organisasi sosial kemanusiaan, bekerja dengan hati demi menolong sesama menjadi partner pemerintah dalam menjalankan tugasnya. PMI akan selalu berusaha melaksanakn tugas untuk operasional kemanusiaan.


Ridha Yuanita Sutomo

No comments: